Sabtu, 13 September 2008

Sekjen Kesatuan Pelajar Mahasiswa Bertuah Pekanbaru (Kepak Bertuah), Aris Dharma laporkan Ketua Umum mereka ke Poltabes Pekanbaru

Diduga Palsukan Tanda Tangan dan Gelapkan Dana Organisasi

25 Juni 2008 - 18:35 WIB

Pekanbaru (RiauNews). Ketua Umum Kesatuan Pelajar Mahasiswa Bertuah (Kepak Bertuah), Boby Libra diadukan oleh Sekjen-nya ke Poltabes Pekanbaru terkait dugaan penggelapan dana organisasi senilai Rp. 56 juta dan pemalsuan tanda tangan, Rabu (25/6).

Seperti diceritakan Sekjen Kepak Bertuah, Aris Dharma kepada RiauNews saat melaporkan kasus tersebut ke Poltabes Pekanbaru, mengataka kalau selama ini Boby Libra diduga melakukan penyelewangan dana bantuan organisasi dari Pemko Pekanbaru.

“Kepak Bertuah tahun ini mendapat bantuan senilai Rp. 60 juta dari Pemko Pekanbaru melalui dana APBD 2008. Untuk mencairkan dana tersebut, harus dibuat terlebih dahulu proposal kegiatan. Oleh Saudara Boby, tanpa sepengetahuan pengurus lainnya, langsung mencairkan dana tersebut dengan membuat proposal fiktif serta memalsukan tanda tangan saya selaku Sekjen,” ungkap Ari sambil menunjukkan bukti-bukti berupa proposal dan bukti pengambilan dana.

Ari mengatakan kalau pencairan dana pertama senilai Rp. 41 juta dan pencairan kedua sebesar Rp. 15 juta melalui pengajuan proposal untuk mendanai kegiatan Try Out, namun kegiatan tersebut sampai hari ini tidak pernah terlaksana.

Dari pantauan RiauNews, saat hendak memasuki halaman Poltabes Pekanbaru, Boby yang juga berada disana, sempat menghalangi Aris Dharma bersama dua rekannya, DT Nouvendi Sk dan Dedi Herianto untuk membatalkan niat mereka melaporkannya terkait masalah tesebut.

Keputusan Aris Dharma untuk Melaporkan Boby Libra ke Poltabes juga didukung sejumlah pengurus dan Anggota Kepak bertuah dan hal tersebut dibuktikan dengan dikeluarkannya mosi tidak percaya yang ditandatangani 17 orang pada tanggal 28 Mei 2008 lalu.

Dihubungi RiauNews melalui telepon selularnya, Boby mengatakan kalau persoalan tersebut bukanlah menyangkut adanya penggelapan dana atau korupsi seperti yang dituduhkan kepadanya, namun hanya sebatas kesalahan mis komunikasi antara dia selaku ketua dan pengurus yang lain.

“Ini hanya persoalan internal organisasi saja, saya merasa kecewa mengapa persoalan tersebut harus sampai ke pihak kepolisihan, seharunya cukup diselesaikan antar pengurus dan anggota organisasi,” katanya.*** (Syam Irfandi)

Sabtu, 17 Mei 2008

Mewujudkan Pendidikan yang Bermutu

Untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu, tentu harus ada komitmen bersama dari semua pihak.
kesadaran tenaga pengajar untuk mengajar dengan optimal
kesadaran anak didik belajar dengan maksimal
dan yang paling penting adanya upaya pemerintah mempasilitasi sarana pendidikan tersebut.
adanya niat dihati sang guru untuk mendidik anak bangsa ini dengan maksimal namun dengan kendala ekonomi yang masih di bawah sejahtra membuat para guru tidak optimal dalam mengajar.
ketidak mampuan ekonomi orang tua murid membuat proses pendidikan anaknya terganggu, karena ia harus ikut memikul tanggung jawab menapkahi keluarganya.
besarnya biaya pendidikan yang harus mereka keluarkan hal yang menjadi momok buat mereka.

Minggu, 27 April 2008

Fotret Suram Dunia Pendidikan Indonesia

Semakin baik atau Hancurkah Pendidikan di Indonesia saat ini..???

Assalam mualaikum Wr. Wb.

Berbicara tentang pendidikan di Indonesia tentu akan banyak hal yang akan kita kemukakan, baik problema ataupun keberhasilan. Menurut saya pendidikan di Indonesia saat ini masih jauh dari kata keberhasilan, masih banyaknya masalah atau kendala yang terjadi di dunia pendidikan di Negara kita ini. Jadi alangkah tidak pantasnya kita mengatakan pendidikan di Negara kita sudah berhasil, mungkin dalam beberapa program yang di rencanakan oleh pemerintah untuk pembangunan insfrastruktur dunia pendidikan bisa kita katakana berjalan dengan baik, seperti pembangunan gedung-gedung sekolah yang megah. Sedangkan pengembangan mutu pendidikan itu jauh dari kata berhasil, karena masih tertinggalnya mutu pendidikan kita dari Negara-negara lain.

Terlepas dari berhasil atau tidaknya dunia pendidikan di Indonesia, kita harus perhatikan kelangsungan sistem pendidikan di nagara ini, dalam kelangsungan proses pendidikan dinegara kita masih banyak penyimpangan-penyiampangan yang terjadi, contoh nyata dapat kita lihat pada saat pelaksanaan Ujian Nasional fakta yang terjadi pada saat ujian nasional masih banyak murid-murid yang diberikan bocoran jawaban, ini menandakan tidak siapnya sekolah-sekolah melaksanakan ujian nasional.

Berdasarkan pemantauan kami yakni KEPAK Bertuah(Kesatuan Pelajar Mahasiswa Kota Bertuah) masih terjadinya kecurangan dalam pelaksanaan UN. Secara langsung kami menanyakan kepada siswa disalah satu sekolah swasta di Riau.tepatnya di Kota Pekanbaru. Spontan siswa tersebut mengatakan “dapat dong…” saat kami tanyakan apakah dia dapat bocoran jawaban pada ujian nasional, ini membuktikan bocoran jawaban pada saat ujian nasional merupakan hal yang wajar.

Ini hanya satu contoh dari banyak kecurangan yang terjadi di setiap sekolah di Indonesia ini, bahkan pihak sekolah tidak segan-segan meminta uang untuk setiap bocoran jawaban yang diberikan sekolah kepada setiap murid,seperti yang terjadi di Tembilahan.

Jadi saya menyimpul kan pendidikan di Indonesia masih jauh dari kata keberhasilan. Saya mengajak teman-teman yang membaca blog saya untuk ikut serta memperhatikan kelansungan pendidikan di Negara kita ini, untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu.

Wassalam mualaiku, Wr. Wb.

“Jayalah Indonesia ku”