Komit dalam Penegakan Hukum dan Perbaikan Mutu Pendidikan, untuk Indonesia yang lebih baik. Kapan Lagi Kalau Bukan Sekarang Siapa Lagi Kalau Bukan Kita.
Sabtu, 24 Desember 2011
Kalah lagi, Wasekjen DPP Golkar Himbau Berseri Legowo
Riauterkini-JAKARTA-Wakil Sekjen DPP Partai Golkar Musfihin Dahlan mengatakan, bahwa hasil pemilukada di Pekanbaru mesti diterima semua pihak khususnya DPD Partai Golkar provinsi Riau dan Pekanbaru maupun tim Bersama Septina dan Erizal (Berseri) secara legowo. Musfihin berharap semua tim Berseri tak lagi berkonfrontasi dengan suara rakat.
“Sebab Golkar sudah mencanangkan sura Golkar adalah suara rakyat, jadi jangan lagi konfrontasi dengan suara rakyat, “ kata Muspihin.
Hasil PSU di Pekanbaru yang dimenangkan oleh pasangan PAS, diharapkan Musfihin menjadi bahan koreksi bagi pengurus Partai Golkar Pekanbaru. “Kenapa tidak bisa menarik suara rakyat dan simpati rakyat, tidak bisa membangun rakyat agar bisa memilih pasangan yang diusung oleh Partai Golkar. Ini jadi bahan koreksi Pargai Golkar kota Pekanbaru, “ katanya.
Ditambahkan Musfihin, DPD Partai Golkar Riau juga hendaknya melakukan introspeksi, bahwa rakyat di Pekanbaru telah menjatuhkan pilihan kepada duet PAS. Jika melihat proses pemilukada dan rakyat sudah memutuskan pilihannya kepada PAS, semetsinya tak ada lagi yang perlu dipemasalahkan.
“Bagaimanapun rakyat sudah memberikan pilihan di Pekanbaru terhadap PAS. Kita tentu, tidak bisa menafikan suara rakyat. Tidak bijaksana jika menggugat suara rakyat, karena itu justru kontraproduktif terhadap Partai Golkar Pekanbaru, “ ujarnya.
KPU Pekanbaru sendiri telah menjawalkan penetapan hasil rekapitulasi surat suara PSU Kota Pekanbaru pada 27 Desember 2007.
Sementara itu, Mahkamah Konstitusi (MK) meminta KPU Pekanbaru segera mengumumkan hasil pemungutan suara ulang (PSU) Kota Pekanbaru (21/12) lalu, yang dimenangkan pasangan Firdaus-Ayat Cahyadi (PAS). KPU Pekanbaru tidak perlu ragu atau takut-takut untuk mengumumkan hasil PSU, meskipun Firdaus menyandang status tersangka kasus pemalsuan dokumen pribadi.
Penegasan itu disampaikan Juru Bicara MK Akil Mochtar kepada pers di Jakarta. “MK tak berwewenang memutuskan apalagi menetapkan PSU Pekanbaru. Itu bukan tugas MK, hasil PSU Pekanbaru, “ kata Akil saat ditemui di acara diskusi Akhir Tahun bertema “Kebijakan Pertanian Ditengah Pragmatis Politik” di kantor Akbar Tandjung Institute, Jakarta, Jum’at (23/12/11).
Menurut Akil, MK tak ada hubungan dan urusannya dengan penetapan hasil PSU Pekanbaru. Sebaliknya MK memerintahkan KPU untuk segera memutuskan atau menetapkan hasil PSU di Pekanbaru. “Bukan urusan MK itu, tanya saja ke KPU, “ katanya.
Namun PSU itu kemudian dilaporkan ke MK, karena MK perintahkan diadakan PSU di Pekanbaru. Dari laporan itu, lanjutnya, MK akan menyidangkan kembali hasil perkara yang disengketakan, dan akan diputuskan pemenang Pemilukada Pekanbaru. "Kita tunggu saja laporannya, nanti kita sidangkan," katanya. ***
(Sumber: riauterkini.com)
Kamis, 02 Juni 2011
Revolusi terhadap Pendidikan hukum
Penekanan pemahaman mahasiswa bukan hanya terhadap pemahaman normatif, pemahaman terhadap teks saja, namun yang tak kalah pentingnya adalah pemahaman terhadap perkembangan keadaan yang sedang terjadi dan kemungkinan yang akan terjadi di masa yang akan datang. pendidikan hukum yang tidak berorientasi pada pembelajaran hukum praktek dan proses tidak akan menghasilkan generasi-generasi yang handal terhadap perkembangan zaman. Jika hanya menggunakan berbagai judul-judul materi seperti yang dilakukan saat ini diyakini tidak akan mengubah produk-produk hukum yang menjamin berbagai kebutuhan legislasi jangka panjang.
Karena itu, perubahan besar-besaran terhadap pendidikan hukum yang berorientasi praktek dan merespon perkembangan zaman menjadi salah satu solusi untuk memperbaiki tatanan hukum di Tanah Air. Sebagai seorang ahli hukum harus dapat menyelesaikan persoalan hukum yang ada, sehingga produk hukum yang dihasilkan melalui pendekatan struktural dan komitmen politik. Dengan demikian perbaikan-perbaikan peraturan perundang-undangan yang sesuai dengan perkembangan zaman, dan sesuai dengan jati diri bangsa akan dapat terwujud.
Pengembangan pola pikir Sarjana hukum hari ini masih dirasakan hanya sebatas tekstualitas saja, sarjana hukum yang memiliki prestasi akademik secara tertulis dengan nilai tertinggi saat ini dipandang belum mampu memahami keadaan dan kebutuhan yang harus dipenuhi dalam menata hukum di Indonesia, hal itu tak terlepas dari orientasi pembelajaran yang diterapkan selama ini, pemahaman mereka tentu hanya sebatas teori-teori masa lalu yang "mungkin" sudah tak sesuai lagi, bahkan yang parahnya apabila nilai itu hanya didapat karena berkelakuan baik, rajin, mengerjakan tugas, dan pandai mengambil hati pengajar serta "patuh", tentu ini bukan menjadi acuan untuk dapat dikatakan sarjana hukum itu benar-benar berkualitas.
Sebagaimana yang dikatakan Dekan Fakultas Hukum UIR pada suatu kesempatan berbincang-bincang dengan penulis, "Kuliah itu seharusnya bukan hanya untuk mendapatkan nilai tinggi, sehingga mendapat pekerjaan, namun lebih dari itu adalah pengembangan pola pikir, bagaimana membangun paradigma berpikir mahasiswa peka terhadap keadaan disekelilingnya, sehingga dapat memberikan kontribusi yang baik terhadap masyarakat".
Maka bila kita cermati yang dikemukakan Prof. Jimly bahwa perlu revolusi terhadap pendidikan hukum di Indonesia merupakan pemikiran yang tepat, karena Sarjana hukum seharusnya tidak hanya paham dan tahu tentang teks-teks saja namun lebih dari itu adalah pemahaman terhadap permasalahan yang terjadi, sehingga sarjana hukum itu "Sujana dan susila" sebagaimana yang dikemukakan Ibu Hj. Aslaini Agus, sehingga dapat menjawab dan memberikan solusi terhadap permasalahan yang terjadi dalam masyarakat, minimal masyarakat di sekitarnya.
Demikian, penulis harapkan Kritik dan saran dari pembaca, mohon maaf terhadap segala kesalahan dalam tulisan ini.
Hormat Penulis,
DT. Nouvendi SK_®®®...
Sabtu, 14 Mei 2011
Teknik Dasar Resize Image, Warna Sephia dan Menghilangkan Background
Teknik Dasar Resize Image, Warna Sephia dan Menghilangkan Background
Setelah saya posting banyak banget.. ternyata banyak yang kirim email yang isinya pada nanya gimana cara resize image, gimana buat warna sephia dll. waah.. ternyata saya ngelupain dasar-dasar photoshop nya.. maaf ya :D.. ya udah skarang saya coba posting dasar-dasar penggunaan photoshop.. mungkin ini akan berseri.. soalnya banyak banget.. dikit-dikit aja yaa.
Resize Image
Resize image bisa digunakan buat membesarkan atau mengecilkan image. Untuk mengubah image dari besar ke kecil tentunya gak ada masalah di hasilnya nanti.. karena kualitas dari image besar lebih bagus.. nah kalo kebalikannya? pasti lah bermasalah.. soalnya image bisa dipastikan berkualitas jelek.. kecuali image yang memiliki resolusi besar. Gimana kalo kita memiliki image kecil (resolusi 72 px) trus diganti menjadi 300 px? image yang dihasilkan membesar tapi kualitas nya gak bagus. Saya pernah pake software buat membesarkan image tanpa pecah.. tapi lupa namanya.. hehehe.. nanti kalo udah nemu pasti diposting deh.
Sekarang.. gimana cara nya resize image? …
Misalkan kita punya gambar besar ukuran 1000 pixel x 1000 pixel ke atas, dengan resolusi 300 px.
Klik Zoom tool atau tekan tombol Z. Klik kanan di area gambar pilih actual pixel.
Hasilnya seperti ini :
Klik Image > image size , terlihat ukuran file asli :
Kita ubah menjadi :
kalo kita ubah resolusi nya otomatis weight dan height nya berubah juga.. karena Resample Image nya di contreng. Nanti otak atik sendiri aja ya..
72 pixel itu resolusi standard website. jadi kalo lebih dari 72 px biasanya lambat banget di akses nya.
hasilnya :
Ini hasil resize image. Save ke JPG.. ukuran file nya juga pasti menyusut.
Membuat Warna Sephia
Lanjutin dengan gambar yang tadi ya..
Untuk membuat warna sephia, cukup menggunakan Hue/Saturation..
Klik Image > Adjustment > hue/saturation
Hasilnya :
Coba otak-atik lagi dengan menggeser slider nya .. Selamat mencoba..
Menghilangkan Background
Seleksi objek gambar menggunakan polyonal lasso tool. Untuk gambar ini digunakan seleksi manual, soalnya warna background dan gambar nyaris sama. Bagian ini dibutuhkan kesabaran.. hehehe.. jadi selain buat design, photoshop bisa digunakan buat latihan sabar.. (halah lebay) hehehe..
nah Kalo misal pas proses seleksi ada yang salah.. jangan diulang semua.. Tekan aja tombol BackSpace.
setelah selesai semua.. sekarang seleksi bagian rongga mata, hidung dan mulut si tengkorak. Tekan Tombol ALT untuk menambah seleksi di bagian dalam hasil seleksi tadi. Kalau kita tekan tombol ALT maka akan muncul tanda minus (-) di samping cursor. Ini juga membutuhkan kesabaran.. kalo perlu pake zoom tool untuk memperbesar bagian yang akan diseleksi.
Tambahan : untuk menyeleksi bagian luar tengkorak tekan tombol SHIFT.
hasil seleksi :
Karena yang mau dihapus adalah background nya..Kita harus seleksi bagian background nya dengan Inverse selection. klik Select > inverse
Supaya halus hasil nya gunakan Feather.. klik Select > feather ( untuk Photoshop CS2 ke bawah ) atau Select>modify> feather ( untuk photoshop CS3 ke atas)
Sekarang Duplikat Background layer dengan DRAG ( geser sambil menekan tombol mouse kiri) ke AddNew Layer.. Muncul layer Background COPY.
Sekarang Hapus Layer background dengan men DRAG ( ( geser sambil menekan tombol mouse kiri) Ke tombol Delete Layer ( gambar tong sampah)
sekarang tinggal layer Background Copy
Tekan Delete untuk menghapus seleksi Background tadi..
Hasilnya :
Tekan CTRL + D untuk menghilangkan Seleksi..
Setelah itu Save File dengan format : PNG atau GIF.. gambar PNG tadi siap dimasukan ke MS Word atau editan gambar lain..
Selamat Mencoba..
| ![]() |
Artikel Teknik Dasar Resize Image, Warna Sephia dan Menghilangkan Background ini dipersembahkan oleh Tutorial Photoshop Gratis. Kunjungi Wallpaper, Font, Desktop Theme Gratis Pokoknya Serba Gratis. Baca Juga Adobe Photoshop Tutorials
